Mango dessert
Beberapa waktu lalu bisnis mango dessert sedang booming. Olahan mangga ini sangat digemari sehingga banyak pengusaha yang menjualnya dengan merek dagang yang berbeda-beda walaupun rasa dan tampilan hampir identik. Sepertinya dessert ini lahir dari thailand dan masuk ke negara-negara sekitarnya. Saya pertama kali mencoba ketika di China dan antriannya memang berjibun, pada saat itu di Indonesia belum masuk. ![]() |
| Suzhou-China |
![]() |
| Zhuhai-China |
Saya sendiri memiliki refleksi pribadi dengan ilustrasi buah mangga. Berawal dari kalimat "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu....", saya merasa sudah meminta kepada sang pencipta ingin menjadi mangga dan jadilah saya adalah mangga. Tetapi, ternyata saya itu mangga cengkir bukan mangga harum manis yang berwarna orange tua dan memiliki rasa yang manis. Bukan mangga yang digemari banyak orang, bukan mangga yang jadi mango dessert itu.
Mangga itu ada bermacam-macam loh, sebelum bercerita lebih lanjut, mari membahas singkat tentang beberapa jenis mangga yang saya tahu. Setelah googling dan mencari tahu ternyata ada banyak sekali jenis mangga di dunia ini, namun dibawah ini hanya jenis-jenis mangga yang pernah saya makan. Berhubung saya bukan ahli mangga, maaf kalau tidak akurat dan kalau mau beli mangga ada baiknya tanya penjualnya saja itu jenis mangga apa. :p
- Mangga gedong/ gincu
![]() |
| Sumber : Google Search |
Bentuknya lebih bulat dan warna kulitnya kuning kemerahan tidak hijau semua. Rasanya manis, dan karena menempel pada kulitnya dimakan dipotong kotak-kotak seperti di gambar.
- Mangga harum manis
![]() |
| Sumber : Google Search |
Kulitnya hijau tetapi seperti ada siraman gula (entah apa disebutnya)
- Mangga simanalagi
![]() |
| Sumber : Google Search |
- Mangga cengkir / indramayu
Warna kulitnya hijau. Tidak terlalu berserat. Untuk dirujak lebih enak yang masih belum matang. Biasanya saya dapat dari kebun saudara.
![]() |
| Sumber : Google Search |
- Mangga kueni
![]() |
| Sumber : Google Search |
Rasanya manis dan asam. Tidak banyak seratnya.
- Mangga madu
Curhatan tentang Mangga
Curhatan tentang Mangga
Dan seperti yang diceritakan diatas, renungan saya malah terinspirasi dari illustrasi mangga. Bukan menjadi mangga harum manis yang dipikiran saya tapi jadi mangga cengkir. Bukan berarti mangga cengkir itu buruk. Mangga cengkir juga enak, manis, serta segala keunggulan lainnya. Hanya saja mangga cengkir tidak semanis dan seharum mangga harum manis. Tapi tahukah kalau mangga yang biasa dibuat asinan atau rujak tidak memakai mangga harum manis? Ya, mangga cengkirlah yang digunakan sebagai mangga asinan atau rujak. Mungkin karena tekstur mangga cengkir lebih keras dibanding harum manis yang lebih lembek.
Jadi kesimpulannya, saya bukan mangga yang diolah menjadi MANGO DESSERT, tetapi mangga yang diolah menjadi ASINAN/RUJAK MANGGA.
Jadi lapar ya, ingin mangga rasanya.
![]() |
| Bandung-Indonesia |
Kehidupan manusia juga seperti itukan, kita semua sama-sama manusia tapi ada yang membedakan kita. Sama-sama mangga tetapi beda dalamnya jadi beda jenis, beda nama. Manusia memiliki segala keunikan karakteristiknya masing-masing. Kita berbeda satu sama lain. Saudara kembar identik pun berbeda. Kebanyakan dari kita memiliki angan-angan cita-citanya sendiri. Ingin jadi mango dessert yang kece, nge hitzzz, instagramable. Tapi jadinya malah asinan rujak yang mungkin kurang kekinian.
Kecewa? Bangeeet!!
Sering bertanya-tanya "Kok mereka bisa ya?", "Kok keren ya", "Mau ih begitu". Mulai deh membandingkan diri dan berusaha supaya bisa seperti itu. Tetapi sekeras apapun kita berusaha, kita cuma mangga cengkir yang memberikan totalitas maksimal menjadi asinan/rujak mangga. Mau dipaksa pun ya jadi sih mango dessert tapi tidak total, yang akhirnya kalah bersinar lagi dengan si harum manis. Oh cengkir, cengkir sadarlah kir, jadi asinan/rujak mangga juga enak kok, juara deh.
Seiring waktu, kalau digambarkan ya, rasanya orang-orang yang mengenal saya melihat saya itu mangga. Dan mangga yang dikira adalah mangga harum manis. Pas dikupas eh ternyata mangga cengkir. Begitulah kira-kira. Mereka kecewa, saya pun kecewa. Sering ngejudge diri kok bukan jadi harum manis sih, dan ngepush diri untuk jadi harum manis. Tapi sekarang saya sadar, saya cuma cengkir dan inilah saya. Mulai agak sabodo teuing. Kalau memang yang mau tahu saya dengan baik ya siap-siap aja ga dapet manisnya dan pasti ga enak diawalnya, sepet jadi harus berusaha dulu deh, tambah bumbu-bumbu dijadiin rujak/asinan. Bukannya mau jual mahal, tetapi dari awal saya ingin mematahkan stigma atau harapan yang menganggap saya ini harum manis. NO! NO! NO!
Ingin jadi orang kaya
Untuk generalnya, berapa banyak dari kita yang ingin kaya? Hayo ngaku! Mungkin kita minta sama Tuhan supaya jadi orang kaya. Tapi kok begini-begini aja ya? Tuhan belum ngabulin nih doa saya untuk jadi orang kaya. Eit, belum tentu. Bisa jadi sudah terkabul loh, kita sudah jadi orang kaya.
"Kaya darimana? Saya belum kebeli mobil loh cuma punya motor"
"Iya lu ma enak kaya, Hp gue masih nyicil tau ga"
Bukan saya bermaksud menyinggung ya, maafkan seribu maaf. Bukan mau ngejudge, bukan saya tidak sayang atau menghormati mereka. Tapi saat saya mencoba menghitung berkat, saya menyadari kita itu orang-orang kaya loh, bukan berdasarkan banyaknya saldo di rekening tapi dengan apa yang ada dan yang dimiliki.
Orang yang belum kebeli mobil, tetapi dia punya motor loh, punya rumah, punya pekerjaan tetap, punya sepasang kaki yang sehat dan normal. Standar kaya yang dibangun adalah PUNYA MOBIL=ORANG KAYA. Lantas bagaimana dengan orang yang tidak punya kendaraan bahkan ga mampu membayar kendaraan umum, yang rumahnya sepetak dari dus atau tidur di emperan jalan trotoar. Menurut saya si CENGKIR sudah termasuk orang kaya meskipun tidak punya mobil. Tapi dia membandingkan dengan si HARUM MANIS yang punya mobil.
Orang yang masih mencicil HP ini, minimal seminggu dua kali ke cafe dan sering sekali belanja online. Saya tidak bilang dia boros, tetapi itulah caranya menikmati hidupnya, caranya dia menerima berkat. Setiap jatuh tempo waktu bayar cicilan hp, dia stress bingung gali lubang tutup lubang dan damai sukacita dia terenggut karena harus pusing bayar tagihan kartu kredit setiap bulan. Pada akhirnya melampiaskan pada orang lain dengan bilang mereka orang kaya. Jujur saja hp dia yang dulu masih bagus, kenapa dia ganti dengan yang ini sehingga pusing harus mencicil disaat ada banyak keperluan lainnya. Kenapa tidak pakai yang lama dulu dan menabung untuk beli yang baru. Sekali lagi itu hanya pendapat saya saja tetapi dia yang menjalani, dia yang lebih tahu kebutuhannya.
Jadi apakah yang dimaksud ingin jadi orang kaya dalam doamu? Bisa makan 3x sehari menurut saya sudah termasuk orang kaya.
"Orang kaya berpikir nanti makan apa, tetapi orang yang kekurangan berpikir nanti bisa makan atau tidak. Orang kaya bisa memilih makan ini atau itu, orang yang kekurangan tidak punya pilihan."
Bisa jadi kita minta mangga dalam arti menjadi kaya. Tuhan sudah memberi kita banyak mangga-mangga dalam kehidupan kita, tetapi mangga cengkir atau mangga lainnya bukan mangga harum manis. Terima saja jangan ditolak, syukuri, jangan lupa ditambah garam & gula kita jadikan asinan mangga. :)
![]() |
| Sumber : Google Search |
Baca juga Silent is golden?
P .s :
Semua gambar dan informasi yang tertera diambil dari berbagai sumber dan tidak ada maksud untuk melanggar hak cipta atau menyalin karya orang lain.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar