"Menyuruh dan minta tolong adalah dua hal yang berbeda jauh, namun seringkali disamakan."
Seberapa sering anda meminta orang lain untuk membantu? Apakah anda memang tidak mampu melakukannya sendiri? Ataukah sudah menjadi kebiasaan dan kita menjadi tergantung pada orang tersebut.
Jangan merasa tertuduh, tapi ada baiknya kita saling memeriksa diri. Atau mungkin tanpa disadari malah kita adalah orang yang merasa menolong tetapi sang peminta bukan meminta tolong melainkan menyuruh. Artinya kita melakukan apa yang disuruh orang lain bukannya menolong. Orang tersebut mungkin mampu melakukannya, tidak memerlukan bantuan orang lain, hanya saja MALAS.
Yap, benar sekali. Untuk apa repot-repot bersusah-susah kalau ada cara gampang. Bukankah begitu? Untuk apa turun dari sofa untuk mengambil remote TV kalau bisa menyuruh seseorang mengambilkannya, Disinilah perbedaannya, kalau memang kebetulan ada sesorang yang sedang berada dalam posisi lebih dekat dengan remote, maka wajar saja bila kita meminta tolong diambilkan. Tetapi, bagaimana jika orang lain sedang sibuk mengerjakan hal lain, anggap saja sedang memasak lalu dipanggil-panggil untuk mengambil remote. Orang tersebut memasak bukan hanya untuk dirinya tetapi juga untuk seseorang yang sedang bersantai ria diatas sofa sambil menonton TV. Beda ceritanya kalau yang menonton TV sedang cedera parah sehingga tidak bisa berjalan. Ini dinamakan minta tolong.
Prinsip dasarnya adalah ketika kita meminta tolong pada orang lain artinya kita mengakui kelemahan kita, keterbatasan, ketidakmampuan kita sehingga butuh sarana pendukung lainnya. Dengan begitu kita mengakui pula bahwa orang lain terutama yang kita mintai tolong adalah orang yang lebih mampu atau memiliki kemampuan untuk mengerjakan hal yang kita perlukan.
Ketika atasan memberikan pekerjaan bisa jadi beliau bukan menyuruh, tetapi menyadari kalau dirinya tidak mampu mengerjakan hal tersebut (mungkin masalah waktu atau ada banyak pekerjaan lain) dan mengakui kemampuan anda untuk mengerjakannya. Mungkinkah seseorang memberikan tugas pada orang yang menurutnya tidak mampu dan hanya akan mengacaukan, sepertinya tidak. Dan kalau akhirnya sang bos marah-marah mungkin karena ekspektasi beliau terlalu tinggi, beliau sudah berharap banyak kalau pekerjaan tersebut akan seperti keinginannya tetapi nyatanya tidak. Lantas kita akan bilang, kalau begitu atasan saja yang buat, sehingga pasti sesuai kemauannya. Seorang pemimpin yang baik akan mendelegasikan pekerjaannya kepada bawahannya bukan mengerjakan semuanya sendirian, karena semakin tinggi jabatan seseorang maka kapasitas tanggung jawab dan beban pekerjaannya lebih tinggi. Tetapi saya mengakui kalau penyampaiannya memang seperti menyuruh belum lagi beruntut. Satu pekerjaan belum selesai sudah diberikan lagi tugas lainnya.
Penolong yang Sepadan
Dalam hal mencari pasangan hidup, saya lebih suka menggunakan kata mencari penolong yang sepadan. Alasannya karena menjadi penolong bukanlah hal yang mudah. Tidak ada manusia yang sempurna, karena itu kita perlu pertolongan dan dalam mencintai action yang utama adalah bagaimana kita dapat menolong pasangan kita bukannya minta ditolong. Kalau saling minta ditolong ya bagaimana jadinya, seharusnya saling menolong. Bukan meminta tetapi memberi.
Mana yang mendatangkan pujian, sang pacar yang selalu meminta dijemput diantar-antar ataukah pacar yang selalu mau mengantar dan menjemput tanpa diminta. Orang cenderung akan berkata pacar yang baik karena selalu mau antar-jemput. Lalu apa kamu mau pacarmu disebut pacar yang rese manja selalu minta diantar-jemput. Kalau memang tidak bisa antar-jemput jelaskan alasannya. Pacaran yang dewasa pasti akan saling mengerti, pacar bukanlah supir antar-jemput.
Mau pacar yang pengertian atau yang selalu minta dimengerti? Jadilah pengertian dulu sebelum minta dimengerti. Tapi perlu untuk terbuka dan menyampaikan isi hati, jangan main tebak-tebakan. Tidak ada seorangpun yang bisa membaca pikiran dan menebak isi hati manusia. Peramal saja tidak akan selalu benar menebak, kecuali kamu memang memiliki kekuatan indra keenam dan sebagainya.
Saya punya cerita ketika sedang mengerjakan tugas didepan laptop dan saya mengeluh tetapi respon dua teman saya berbeda. Mungkin bisa menjadi contoh penolong yang sepadan.
Saya : "Ini gimana sih? Susah amat, ga ngerti."
Teman 1 : "Udah kirimin aja ke email gue ntar gue yang kerjain."
Teman 2 : "Kerjain dulu aja sebisanya, yang ga ngerti tanya gue."
Sebagian orang memilih jalan pintas dan menyukai teman 1, tapi buat saya poin plus buat teman 2. Buat saya teman 2 lah yang merupakan penolong yang sepadan. Dia tahu saya mampu hanya sedang butuh dukungan, sedang moody, sedang mumet, sedang lelah, sedang malas dan bosan berkutat dengan tugas tersebut. Pada akhirnya saya menyelesaikan tugas tersebut sendiri. Intinya saya memerlukan waktu yang lama untuk mencerna bagaimana cara mengerjakan tugas tersebut bukan tidak bisa sama sekali. Kalaupun sudah mentok dan saya minta bantuan diajarkan oleh teman 2 sampai mengerti. Sedangkan teman 1 hanya akan memberikan saya jawaban tanpa menjelaskan sehingga ketika menemui masalah yang sama saya harus mencari teman 1 lagi.
Baik teman 1 dan teman 2 keduanya bermaksud baik dan ingin menolong. Tetapi caranya berbeda. Jujur saja saya ada menaruh hati pada teman 2. Dia mungkin penolong yang sepadan untuk saya, Namun sayangnya, sayalah yang bukan penolong yang sepadan baginya. HAHAHAHA (menertawakan diri sendiri, tapi saya sadar)
Banyak orang yang datang dan pergi dalam setiap kehidupan. Saya sendiri mungkin juga beberapa kali dianggap penolong yang sepadan untuk seseorang. Tetapi mereka bukan penolong yang sepadan untuk saya. Alasannya karena ekspekasi mereka yang terlalu tinggi pada saya. Terlalu melebih-lebihkan dan akhirnya mereka kecewa sendiri saat tahu saya yang sebenarnya dan mereka tak mampu menolong saya.
Endingnya jadi curhat deh, diakhiri saja ya sebelum jadi bergalau-galau ria. Terimakasih sudah membaca.
Baca juga : https://la-lilyofthevalley.blogspot.co.id/2018/01/terjepit-diantara-dua-pilihan.html
Baca juga : https://la-lilyofthevalley.blogspot.co.id/2018/01/terjepit-diantara-dua-pilihan.html
P .s :
Semua gambar dan informasi yang tertera diambil dari berbagai sumber dan tidak ada maksud untuk melanggar atau menyalin karya orang lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar