Minggu, 14 Januari 2018

Rain and Tears


Lagu Rain and Tears


Courtesy Youtube

Saya sering sekali mendengar lagu-lagu lama atau golden memory milik papa sampai terkadang hafal liriknya. Dan lagu ini salah satu lagu sendu yang saya suka. Untuk yang belum pernah mendengar bisa dengarkan dulu ya.

Judul : Rain and Tears (Hujan Dan Air Mata)
Penyanyi : Demis Roussos


EnglishIndonesia
Rain and tears are the same
But in the sun you've got to play the game
When you cry in winter time
You can pretend it's nothing but the rain

How many times I've seen
Tears coming from your blue eyes
Rain and tears are the same
But in the sun you've got to play the game

Give me an uncertain love
I need an uncertain love

Rain and tears in the sun
But in your heart you feel the rainbow waves

Rain or tears both are shown
For in my heart there'll never be a sun
Rain and tears are the same
But in the sun you've got to play the game
Hujan dan air mata itu sama
Tapi di bawah matahari kau harus memainkan permainan
Ketika kau menangis di musim dingin
Kau bisa berpura-pura itu bukan apa-apa selain hujan

Berapa kali aku banyak melihat
Air mata keluar dari mata birumu
Hujan dan air mata itu sama
Tapi di bawah matahari kau harus memainkan permainan

Berikan aku sebuah cinta yang tidak menentu
Aku membutuhkan sebuah cinta yang tidak menentu

Hujan dan air mata di bawah matahari
Tapi di dalam hatimu kau merasakan gelombang pelangi

Hujan atau air mata keduanya itu tampak
Karena di dalam hatiku tidak akan pernah ada sebuah matahari
Hujan dan air mata itu sama
Tapi di bawah matahari kau harus memainkan permainan

 Diambil dari http://lirikterjemahan.blogspot.co.id/2016/04/demis-roussos-rain-and-tears.html

My Story

Ketika hari hujan dan mau pergi, apa yg biasanya dilakukan? 

Tidak jadi pergi? 

Membawa payung? 

Atau koran pun jadi asal menutupi kepala.

Kita mencoba mencari sesuatu kan, untuk MELINDUNGI DIRI supaya tidak kehujanan, tidak basah.☔ 
Sekalipun sudah memakai payung dan jas hujan, bukankah HUJAN TETAP TURUN? 
Itu faktanya dan payung tetap tak merubah cuaca, hanya melindungi kita.🌧️⛈️ 
     Dokumentasi pribadi hasil karya penulis

Saat turun hujan dalam kehidupan, akupun bersiap dengan payung dan segala yg kumiliki.
Menahan agar tidak menangis, untuk tidak terlihat lemah. Rain and tears.
Untuk segala hal, aku sudah terbiasa bilang 'ga apa apa' padahal 'ada apa apa' ,
'iya oke' yg sebenernya 'ga mau' , 'ga masalah koq' padahal 'memang bermasalah' .
Selalu mencoba melihat hal baiknya, mengulang-ulang dan bilang pada diri sendiri : 
bersyukur loh kan begini dan begitu, untung banget dan kalimat-kalimat positif lainnya.

Dan, hari ini mencapai limitnya~ apa aku benar2 bersyukur?? Tidak.

Aku hanya MENGHIBUR DIRI, MEMBOHONGI & MENIPU DIRI SENDIRI. 
Aku tidak mengakui kalau aku terluka, aku mengatakan sebaliknya. 
SAKIT tapi aku bilang TIDAK SAKIT, jadi luka nya tidak diobati karna aku merasa baik-baik saja.

Orang2 yang merasa mengerti, ngerti dengan melebih-lebihkannya, inginnya mengobati tapi
memperparah lukaku, mau menguatkan malah rasanya nambahin kebohongan untuk lebih menipu diri lagi sih ya.
Lalu minta upah dengan menuntut ini dan itu, merasa dirinya berjasa.

Makasih loh niat baiknya kuterima tapi kebaikan yg diberi itu tidak baik buatku, kaya obat yg tidak tepat,
tidak cocok malah tidak sembuh-sembuh dan jadi tambah sakit kan. Seperti saya itu alergi debu dan bulu
binatang tetapi saya merasa tidak merasa alergi, dan tetap bermain dengan hewan peliharaan, lalu ketika saya
bersin-bersin diberi obat pilek. Tetap saja tidak sembuh karena penyakit nya bukanlah infuenza. (Hanya contoh,
tetapi saya memang benar alergi kedua hal tersebut)

Banyak sekali dukungan dan orang-orang yang peduli pada saya. Untuk itu saya sangat bersyukur dan
berterimakasih, hanya saja ada masanya karena terlalu banyak maka saya merasa lelah dan terganggu.
Saya sangat sangat menghargai ketulusan dan kepedulian dari setiap orang, namun satu hal yang membuat
saya lelah karena TIDAK SEMUA ORANG TULUS DAN PERDULI. Mengapa saya bisa bicara seperti itu?
Karena kita harus bisa membedakan mana perhatian yang tulus dan mana perhatian KEPO. Perhatian yang KEPO
pun terlihat dan terasa tulus, tetapi dasarnya bukanlah 'kasih' melainkan hanya 'penasaran'. Yang mengasihi
adakan melakukan action sedangkan penasaran hanya bertanya. Memang ada kala nya yang bertanya pun tidak
tahu harus merespon apa sehingga bingung bagaimana ingin membantu. Saya tidak ingin mengeneralisasi akan
sesuatu karena banyak kemungkinan.

Hal yang saat ini paling kurang saya sukai adalah ketika orang-orang mengatakan "Kamu bisa,
kamu kuat". Strong girl istilahnya. Mungkin itu memotivasi ya, sebuah kalimat positif. Tetapi apa jadinya kalau
saya sudah berusaha mati-matian tetap menemui kendala dan semua orang mengatakan hal tersebut, lelah.
Rasanya kalimat positif itu berubah menjadi tekanan, sebuah tuntutan. AKu tidak sekuat itu dan akupun
memiliki banyak kelemahan. Beruntungnya diriku ini, meskipun hanya sedikit, tapi kehadiran orang yang
mengatakan "Kamu bisa, coba dulu, kalau memang tidak bisa biar kubantu", "Kamu tidak harus
menghadapinya sendiri, kalau ada apa-apa kasih tahu","Kamu berusaha terlalu keras,
coba istirahat dulu, pelan-pelan saja". Orang-orang seperti ini sangat jarang. Biasanya mereka
adalah orang-orang yang jauh. Karena orang-orang yang dekat denganku melihat diriku yang tampak
baik-baik saja, sedangkan yang jauh mungkin merasakan jeritan yang tidak terdengar, efek gema mungkin ya.

Kalau aku lebih jujur dan terbuka lagi, apakah semua orang bisa melihat diriku apa adanya bukan ada
apa-apanya? Saat ini perasaanku sedang hujan, tetapi saat nanti matahari muncul, mungkin aku harus kembali
memainkan peran strong girlRain and tears are the same, But in the sun you've got to play the game. 


P .s :

Semua gambar dan informasi yang tertera diambil dari berbagai sumber dan tidak ada maksud untuk melanggar atau menyalin karya orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengeluh karena Sebal

Hal yang Mengganggu "Kenapa sih? Nyebelin deh!" "Ih..Sebel bgt deh" "Dasar annoying" Mungkin ki...